-->

maul f

Pengertian Rasio Likuiditas, Rentabilitas, Solvabilitas


Masmaul.com - Pengertian dari rasio secara simpel menurut Raharjaputra (2011), adalah membandingkan antara satu angka dengan angka lain yang memberikan suatu makna. Suatu keuntungan dengan menggunakan rasio adalah meringkas suatu data historis perusahaan sebagai bahan perbandingan.



Rasio Likuiditas Menurut Kasmir (2008) menyatakan bahwa likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar maupun didalam perusahaan.
Rasio Rentabilitas menunjukkan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini sebagai ukuran apakah pemilik atau pemegang saham dapat memperoleh tingkat pengembalian yang pantas atas investasinya.
Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauhmana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa beban utang yang ditanggung perusahaan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan rasio solvabilitas dugunakan untuk membayar seluruh kewajibannya,baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan di likuidasi.
Menurut Syamsuddin (2011:39), “ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan rasio-rasio keuangan perusahaan yakni:
a. Sebuah rasio saja tidak pernah digunakan untuk menilai keseluruhan operasi yang telah dilaksanakan. Untuk menilai keadaan secara keseluruhan maka sejumlah rasio harus dinilai secara bersamaan.
b. Perbandingan yang dilakukan harus sejenis dan dalam waktu yang bersamaan.
c. Sebaiknya perhitungan rasio keuangan didasarkan pada data laporan keuangan yang sudah di audit, laporan yang belum di audit masih diragukan tingkat kebenarannya, sehingga rasio-rasio yang dihitung juga kurang akurat.
d. Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa pelaporan atau akuntansi yang digunakan haruslah sama”.

A. Size (Ukuran Perusahaan)
Menurut (Tittman dan Wessels) dalam Nuraini (2010), total aset dijadikan sebagai indikator ukuran besar kecilnya perusahaan karena sifatnya jangka panjang.

B. Debt Ratio (DR)
Rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan Debt Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Debt Ratio = (Total liabilities)/(Total assets) x 100%
(Brigham dan Ehrhardt 2005:450)

C. Debt to Equity Ratio (DER)
DER (Debt to Equity Ratio) digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan hutang Debt to Equity Ratio dapat dirumuskan sebagai berikut:
DER = (Total liabilities)/(Total equity) x 100%
(Syamsuddin, 2011 : 71).

D. Return on Investment (ROI)
Menurut Syamsuddin (2011: 63),” Return On Total Investment adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan”.
ROI dapat dirumuskan sebagai berikut :
Return OnInvestment = (Earning after tax)/(Total Investment) x 100%

E. Return On Equity (ROE).
Menurut Syamsuddin (2011:64),” Return On Equity merupakan suatu pengukuran dari penghasilan yang tersedia bagi para pemilik perusahaan ata modal yang mereka investasikan di dalam perusahan. ROE dapat diketahui melalui rumus berikut:
Return On Equity =   (Earning After Tax)/(Total Equity) x 100%
(Syamsuddin, 2011:74).


F. Current Ratio
Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio ini membandingkan liabilitas jangka pendek dengan sumber daya jangka pendek  atau lancar yang tersedia untuk memenuhi liabilitas tersebut. Salah satu dari rasio likuiditas ini yang paling umum dan sering digunakan adalah rasio lancar atau current ratio (Wachowich dan Van Horne, 2012:167). Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
CR =  (Aset lancar)/(Liabilitas jangka pendek)X 100%
(Wachowich dan Van Horne, 2012 : 167).

0 Response to "Pengertian Rasio Likuiditas, Rentabilitas, Solvabilitas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel