-->

maul f

Teori Struktur Modal

Masmaul.com – Ada dua teori struktur modal yaitu balancing theory dan pecking order theory. Disini kita akan membicarakan balancing theory mulai dari situasi yang sangat sederhana yaitu pasar modal sempurna dan ada pajak.



1. Balancing Theory

  • Struktur modal pada pasar modal sempurna dan tidak ada pajak.

Pasar modal yang sempurna adalah pasar modal yang sangat kompetitif. Dalam pasar tersebut antara lain tidak dikenal biaya kebangkrutan tidak ada biaya transaksi, bunga simpanan dan pinjaman sama yang berlaku untuk semua pihak. Sebagai tambahan diasumsikan tidak ada pajak penghasilan ( income tax).
Dengan menggunakan asumsi-asumsi bahwa :

  • Laba operasi yang diperoleh setiap tahunnya konstan ( ini berarti bahwa perusahaan tidak merubah keputusan investasinya).
  • Semua laba dibagikan sebagai dividen ( asumsi ini dipergunakan untuk menghindari dampak pengaruh kebijakan dividen).
  • Utang yang dipergunakan besifat permanen ( asumsi ini dipergunakan untuk membuat sumebr dana dalam bentuk utang dan modal sendiri lebih comparable ).
  • Pergantian struktur utang dilakukan secara langsung ( asumsi ini berarti bahwa pabila utang ditambah maka dana yang diperoleh dari tambahan utang tersebut dipergunakan untuk memperkecil modal sendiri dan sebaliknya.

Dua orang ekonom yaitu Modigliani dan Miller ( selanjutnya disingakat MM ) menunjukkan bahwa dalam keadaan pasar modal sempurna dan tidak ada pajak penghasilan, struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Mereka menunjukkan kemungkinan muncuknya proses arbitrase yang akan membuat harga saham ( nilai perusahaan) yang tidak menggunakan utang mauoun yang menggunakan utang akhirnya akan sama. Proses arbitrase muncul karena investor selalu lebih menyukai investasi yang memerlukan dana yang lebih sedikit tetapi memberikan penghasilan bersih yang sama dengan risiko yang sama pula.

  • Pasar modal sempurna dan ada pajak.

Dalam keadaan ada pajak, MM berpendapat bahwa keputusan pendanaan menjadi relevan. Hal ini disebabkan oleh karena pda umumnya bunga yang dibayarkan bias dipergunakan untuk mengurangi penghasilan yang dikenakan pajak ( bersifat tax deductible ).
Dengan kata lain apabila ada dua perusahaan yang memperoleh laba operasi yang sama tetapi yang satu menggunakan utang dan membayar bunga, sedangkan perusahaan yang satunya lagi tidak, maka perusahaan yang membayar bunga akan membayar pajak penghasilan (income tax)  yang lebih kecil. Oleh karena menghemat membayar pajak merpakan manfaat bagi pemilik perusahaan maka tentunya nilai perusahaan yang menggunakan utang akan lebih besar dari nilai perusahaan yang tidak menggunakan utang.

2. Pecking Order Theory 

Pecking order theory merupakan informasi asimetrik yang mempengaruhi pilihan anggaran sumber dana internal ( yaitu dana dari hasil operasi perusahaan ) ataukah eksternal dan antara penerbitan utang baru ataukah ekuitas baru. Disebut sebagai pecking order karena teori ini menjelaskan mengapa perusahaan akan menentukan hierarki sumber dana yang paling disukai. Sesuai dengan teori ini maka investasi akan dibiayai dengan dana internal terlebih dulu ( yaitu laba yang ditahan ) kemudian baru diikuti oleh penerbitan utang baru, dan akhirnya dengan penerbitan ekuitas baru.
Berbagai factor seperti adanya corporate tax, biaya kebangkrutan dan personal tax telah dipertimbangkan untuk menjelaskan mengapa suatu perusahaan akhirnya memilih struktur modal tertentu. Penjelasan tersebut termasuk dalm lingkup balancing theories. Esensi balancing theories adalah menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan utang. Sejauh manfaat masih lebih besar, uatng akan ditambah. Tetapi apabila pengorbanan karena menggunakan utang sudah lebih besar maka utang tidak boleh lagi ditambah.
Teori tersebut dikemukakan oleh Myers ( 1984). Teori ini mendasarkan diri atas informasi asimetrik ( asymmetric information ) suatu istilah yang menunjukkan bahwa manajemen mempunyai informasi yang lebih banyak daripada pemodal public. Manajemen mempunyai informasi yang lebih banyak daripada pemodal karena merekalah yang mengambil keputusan keuangan yang menyusun berbagai rencana perusahaan dan sebagainya. Kondisi ini dapat dilihat dari reaksi harga saham pada waktu manajemen mengumumkan sesuatu ( seperti peningkatan pembayaran dividen ).

0 Response to "Teori Struktur Modal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel