-->

maul f

Tujuan Manajemen Keuangan

Masmaul.com - Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Sedangkan nilai perusahaan sendiri merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Nilai perusahaan akan makin tinggi (artinya calon pembeli bersedia membayar dengan harga yang makin mahal ) kalau prospek perusahaan tersebut makin baik. Prospek yang baik berarti laba diharapkan cukup besar dan makin meningkat dengan berjalannya waktu. 



Oleh karenanya kita makin suka kalau menjadi makin kaya, demikian juga dengan pemilik perusahaan maka tujuan peningkatan nilai perusahaan dipergunakan sebagai tujuan normative. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal harga saham yang diperjualbelikan di bursa merupakan indicator nilai perusahaan tersebut. 
Memaksimalkan nilai perusahaan ( atau harga saham ) tidak identic dengan memaksimalkan laba per lembar saham ( earning per share, EPS). Hal ini disebabkan karena :
Memaksimalkan Earning per share (EPS) mungkin memusatkan pada EPS saat ini
Memaksimalkan Earning Per Share (EPS) mengabaikan nilai waktu uang, dan
Tidak memperhatikan factor risiko.
Perusahaan mungkin memperoleh Earning Per Share ( EPS) yang tinggi pada saat ini, namun apabila pertumbuhannya di harapkan rendah maka dapat saja harga sahamnya lebih rendah apabila di bandingkan dengan perusahaan yang saat ini mempunyai Earning Per Share (EPS) yang lebih kecil. Dengan demikian memaksimalkan nilai perusahaan juga tidak identic dengan memaksimalkan laba apabila laba di artikan sebagai laba akuntansi, sebaliknya memaksimalkan nilai perusahaan akan identic dengan memaksimalkan laba dalam pengertian ekonomi ( economic profit). Hal ini di sebabkan karena laba ekonomi di artikan sebagai jumlah kekayaan yang bisa di konsumsikan tanpa membuat pemilik kekayaan tersebut menjadi lebih miskin.
Jadi seandainya pada awal tahun kita mempunyai dana Rp 5 juta dan pada akhir tahun meningkat menjadi Rp 7 juta, tidak berarti kekayaan kita meningkat sebesar Rp 2 juta ( sehingga bisa berkonsumsi maksimum sebesar Rp 2juta ). Factor penyebabnya adalah nilai waktu uang, kita mungkin merasa bahwa kekayaan Rp 5 juta pada awal tahun sama dengan Rp 7juta pada akhir tahun. Kalau memang demikian maka sebenarnya selama satu tahun tersebut kekayaan anda tidak berubah. Sayangnya konsep keuntungan ekonomi ini akan sangat sulit diterapkan oleh perusahaan dalam bisnis sehari-hari. Sebagai missal perhitungan pajak akan didasrkan atas laba akuntansi dan bukan laba ekonomi. Karena itulah kalau kita mendengar istilah laba dalam lingkup perusahaan bisa dipastikan pengertiannya adalah pengertian akuntansi.
Jadi kesimpulan dari tujuan manajemen keuangan adalah untuk bisa mengambil sebuah keputusan keuangan yang benar, seorang manajer keuangan perlu menentukan tujuan yang harus dicapai sehingga keputusan yang benar akan membantu mencapai tujuan manajemen keuangan secara tepat dan benar.

0 Response to "Tujuan Manajemen Keuangan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel